expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

안녕하세요 (annyeonghaseyo) ^_^

Rabu, 10 April 2013

Zacharias Smith



Zacharias Smith adalah murid asrama Hufflepuff dan bermain dalam tim Quidditch asrama sebagai Chaser. Berbeda dengan sebagian besar teman se Asramanya, Zacharias sama sekali tidak disukai, dan perilakunya mengganggu kebanyakan orang. Ia dikenal sebagai orang yang suka mengkritik orang secara berlebihan (termasuk Harry) dan cenderung egois. Ia juga digambarkan tidak memiliki sportivitas (dengan komentar Quidditch-nya yang ofensif) dan kesetiaan (dengan memilih meninggalkan Hogwarts di buku ketujuh daripada bertempur, sehingga ia dapat dikatakan pengecut), padahal itulah kualitas-kualitas yang sebenarnya harus dimiliki anak Hufflepuff. Hermione kemudian mengaku Harry dan Ron bahwa dia hanya mengundang dia karena dia mendengar Ernie Macmillan dan Hannah Abbott tentang bergabung dengan Laskar Dumbledore. Kemudian bagaimanapun Zacharias menjadi anggota Laskar Dumbledore.
Pada buku keenam, Zacharias kembali berulah dengan terus-menerus menanyakan kepada Ginny Weasley tentang apa yang terjadi di Departemen Misteri pada buku sebelumnya, di atas Hogwarts Express. Ginny yang sebal dengan perilakunya kemudian mengutuknya dengan Kutukan Kepak-Kelelawar (yang merupakan keahlian khususnya). Kemudian, ia semakin dimusuhi oleh anak-anak Gryffindor ketika menjadi komentator pertandingan Quidditch Gryffindor. Salah satu komentarnya yang sangat menyinggung perasaan anak-anak Gryffindor adalah Ron Weasley, kiper Gryffindor dapat masuk tim karena hubungannya dengan kapten Gryffindor, Harry Potter. Ia juga mengeluarkan komentar-komentar lain yang cenderung menghina tim Gryffindor, termasuk chaser Ginny Weasley. Ginny, yang kembali emosi, menabrakkan sapunya ke podium dan mengenai Zacharias. Ia memberikan alasan "lupa mengerem". Ketika tahun ajaran tersebut berakhir dengan tragedi terbunuhnya Kepala sekolah Albus Dumbledore, ia tidak menghadiri pemakaman dan langsung pulang.
Pada buku ketujuh (Deathly Hallows), ia terakhir terlihat ikut dalam rombongan evakuasi dan memutuskan meloloskan diri dari Hogwarts, dibanding turut bertempur ketika Voldemort dan Pelahap Mautnya menyerang. Meski ia adalah anggota LD, ia diduga tidak ikut bergabung kembali karena menentang kakak beradik Carrow terlalu berbahaya. Tapi, ada juga yang berpendapat bahwa ia kembali untuk bertempur.
Nick Shirm memerankan Zacharias Smith di Harry Potter and the Order of the Phoenix. Dalam kredit film, ia digambarkan sebagai somewhat doubtful boy.

Gabrielle Delacour



Garielle Delacour adalah tokoh fiksi dalam seri Harry Potter karya J. K. Rowling. Gabrielle tampaknya akan menjadi murid di sekolah sihir Perancis, Beauxbatons, dan merupakan adik dari Fleur Delacour, salah satu juara peserta Turnamen Triwizard. Umurnya diperkirakan Harry (dalam Piala Api) tidak lebih dari delapan tahun.

Sebagaimana kakak perempuannya, Fleur, Gabrielle tidak sepenuhnya manusia; nenek dari keduanya adalah Veela.
Selama Turnamen Triwizard, di mana Fleur adalah juara untuk Beauxbatons, Gabrielle terpilih bersama sama Cho Chang, Hermione Granger, dan Ron Weasley, untuk "ditawan" di dasar danau hingga para juara menyelamatkan mereka. Fleur mendapatkan tugas untuk menyelamatkan Gabrielle, sementara para juara lainnya: Harry harus menyelamatkan Ron; Viktor Krum untuk Hermione; dan Cedric Diggory untuk Cho. Dalam tugas kedua Triwizard ini, Fleur gagal menyelamatkan Gabrielle tepat pada waktunya karena ia tertahan oleh Grindylow dan terpaksa kembali ke pantai. Beruntung, Harry menyelamatkan Gabrielle juga selain sanderanya sendiri Ron. Insiden ini tak pelak lagi mendatangkan pengaruh yang besar bagi Gabrielle, yang tampaknya menjadi jatuh hati dengan Harry. Dalam Pangeran Berdarah-Campuran, Fleur menceritakan bahwa Gabrielle tidak pernah berhenti bicara tentang Harry, yang sepertinya mirip dengan yang pernah dialami Ginny Weasley dahulu. Fleur juga mengatakan bahwa Gabrielle akan menjadi pendamping pengantin dalam pernikahan Fleur dengan Bill Weasley[HP6].

Fred dan George Weasley



Fred dan George Weasley adalah karakter fiktif dalam serial Harry Potter karangan J.K Rowling. Lahir tanggal 1 April 1978, tepat pada April Fool's Day. Mereka adalah putra keempat (kembar) dari pasangan Arthur Weasley dan Molly Weasley. Fred dan George biasa disebut sebagai si kembar Weasley, dua-duanya sama-sama jail dan suka mengusili orang, tetapi mereka tidak jahat. Mereka sering menciptakan lelucon yang lucu dan bermain-main.
Sahabat karib mereka di Hogwarts adalah Lee Jordan, dan mereka bertiga selalu berusaha menciptakan ramuan atau bahan-bahan terbaru yang bisa digunakan untuk menjaili orang. Pada tahun kelima Harry, si kembar Weasley sudah menciptakan Kudapan Kabur, yang berfungsi untuk membuat diri kita sakit sehingga dapat keluar dari kelas. Sejauh ini Kudapan Kabur bermacam-macam jenisnya, seperti Nogat Mimisan, Pastiles Pemuntah, Permen Pingsan, dan lain-lain. Ciptaan pertama si kembar Weasley yang tampil di buku keempat adalah Permen Lidah-Liar yang termakan oleh Dudley dan berbagai jenis krim.
Fred dan George kabur dari Hogwarts dengan sapu terbang yang sebelumnya ditahan Dolores Umbridge pada tahun terakhir mereka, atau pada tahun kelima Harry. Mereka lalu menyewa sebuah toko di Diagon Alley yang diberi nama Sihir Sakti Weasley (Weasleys' Wizard Wheezes), yang sangat laku pembeli. Dalam Pertempuran Hogwarts,kembar ini turut bertempur untuk membela Hogwarts. Namun, Fred tewas saat melawan Pelahap Maut dalam sebuah ledakan akibat kutukan, yang disaksikan oleh Percy Weasley. Namun, George selamat dan melanjutkan usaha Weasleys' Wizard Wheezes bersama Ron, sebelum Ron memutuskan keluar untuk menjadi Auror bersama Harry Potter. George kemudian menikah dengan Angelina Johnson dan memiliki 2 anak, Fred dan Roxanne.
Si kembar Weasley pada film Harry Potter diperankan oleh Oliver dan James Phelps.

Fleur Delacour



Fleur Delacour adalah karakter fiksi dalam seri Harry Potter karangan J.K. Rowling. Pertama kali muncul dalam Harry Potter and the Goblet of Fire dan kemudian muncul kembali dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince serta muncul dalam buku ketujuh.
Fleur bersekolah di Akademi Bauxbatons di Perancis, sehingga, ia merupakan karakter non-Inggris pertama yang diperkenalkan di seri ini. Ia adalah penyihir yang berbakat terbukti dengan terpilihnya Fleur sebagai Wakil Beauxbatons dalam Turnamen Triwizard. Fleur digambarkan sebagai gadis yang luar biasa cantik, namun kontras dengan sikapnya yang arogan dan cenderung sarkastis. Ginny dan Hermione sering menyebutnya sebagai 'Phlegm' ("Dahak"), karena sifatnya yang dingin[HP6].
Namanya berasal dari frasa bahasa Perancis fleur de la cour, yang artinya "bunga di halaman" atau , menurut J. K. Rowling, "wanita yang terhormat". Nama ini bisa juga menggambarkan tentang kecantikan Fleur.
Dalam film, Fleur diperankan oleh Clémence Poésy.

Fleur berasal dari Perancis. Neneknya adalah veela, sehingga membuatnya seperempat veela. Ia mewarisi kecantikan veela yang memabukkan bagi para pria. Ia kurang lebih 3 tahun lebih tua dari Harry, jadi kemungkinan ia dilahirkan sekitar tahun 1977. Fleur memiliki seorang adik, Gabrielle Delacour yang kemungkinan 10 tahun lebih muda.
Tongkat Sihir Fleur 9,5 inci (25 cm), tidak bisa ditekuk, terbuat dari kayu mawar dan berisi sehelai rambut veela dari neneknya. Ia bisa berbahasa Inggris dengan lancar, namun dengan aksen Perancis yang kental.
Karena darah veela yang mengalir dalam tubuhnya, banyak anak laki-laki yang terpesona ketika melihat Fleur, bahkan melakukan hal-hal yang memalukan. Biarpun hal ini kadang-kadang menguntungkan, namun bisa juga membahayakan dirinya. Karena Voldermort dan para Pelahap Maut memiliki kecurigaan yang berlebihan kepada mereka yang bukan keturunan penyihir-murni. Fleur dapat dikategorikan berdarah campuran karena neneknya yang veela.
Di Hogwarts Fleur seringkali mengeluhkan tentang keadaan Hogwarts, tentang makanannya, dan menyuarakan keberatannya terhadap Harry sebagai juara keempat, yang dianggapnya terlalu muda. Ia adalah satu-satunya dari keempat juara yang berkomentar tentang hal ini.
Fleur memiliki seorang adik bernama Gabrielle Delacour yang berumur 8 tahun di Goblet of Fire. Gabrielle adalah sandera yang harus dibebaskan Fleur untuk Tugas Keduanya di Turnamen Triwizard, namun dia gagal. Harry memilih untuk menyelamatkan Gabrielle (biarpun sebenarnya tidak perlu) dan Fleur yang sangat terguncang berubah menjadi lebih ramah kepada Harry dan tidak lagi berkomentar soal Hogwarts.
Fleur tersingkir dari Turnamen Triwizard akibat campur tangan Voldermort, ia dipingsankan oleh Viktor Krum (yang di bawah pengaruh kutukan Imperius Barty Crouch Jr.). Di akhir cerita ia mengatakan pada Harry bahwa setelah lulus dia kemungkinan akan kembali ke Inggris untuk bekerja dan memperlancar bahasa Inggrisnya.
Dalam Harry Potter and the Order of the Phoenix disebutkan bahwa Fleur bekerja di Bank Gringotts, dan Bill membantu melancarkan bahasa Inggrisnya, mengindikasikan adanya hubungan istimewa antara keduanya (menurut Fred, Bill banyak memberi Fleur pelajaran privat).
Dalam Harry Potter and the Half-Blood Prince, terungkap bahwa Fleur dan Bill telah bertunangan dan akan segera menikah. Bill membawa Fleur ke The Burrow selama beberapa hari untuk mengenal keluarganya. Molly Weasley tidak menyukai Fleur dan tidak bisa mengerti bagaimana Bill bisa jatuh cinta padanya, karena menurut Molly, mereka berdua tidak memiliki kesamaan sedikitpun. Sementara Fleur juga tidak berusaha mengubah anggapan calon ibu mertuanya. Harry dan kawan-kawan mengira Molly lebih suka bila Bill jatuh cinta pada Nymphadora Tonks (sampai kemudian terungkap bahwa sebenarnya Tonks mencintai Lupin).
Ron, tidak membencinya. Dan bisa dimengerti, karena dalam The Goblet of Fire, Ron adalah salah satu anak laki-laki yang kehilangan akal (dalam cerita ia dikatakan sempat tidak bisa bicara) akibat pengaruh veela dari Fleur (kebalikan dari Harry yang tidak begitu terpengaruh, biarpun saat Fleur mencium pipinya, Harry senang juga), salah satu dari anak laki-laki yang banyak terpengaruh oleh pesona Fleur.
Fleur akhirnya mendapat restu Molly setelah Bill terluka akibat pertempuran di Hogwarts. Molly semula mengira pernikahan Bill akan batal, Fleur segera membantah. Mengatakan bahwa perlu lebih dari manusia serigala untuk menghentikan Bill mencintainya, demikian pula sebaliknya. Ia berkata bahwa ia cukup cantik untuk mereka berdua. Dan semua luka itu menunjukkan bahwa Bill pemberani. Kemudian Molly mengatakan tentang tiara milik bibi buyut Muriel yang kemungkinan bisa dipinjamnya untuk pernikahan, dan selanjutnya Fleur dan Molly sama-sama menangis dan berpelukan. Tampaknya hubungan Fleur dan keluarga Weasley membaik setelah insiden ini.
Fleur dan Bill menikah di awal Buku Ketujuh. Fleur menginginkan Ginny dan Gabrielle untuk menjadi pendampingnya. Pada tahun 1998 Fleur Delacour beserta suaminya ikut bertempur dalam pertempuran Hogwarts sebagai anggota Orde Phoenix dan ia berhasil bertahan hidup. Pada akhir buku ke 7, Bill dan Fleur Delacour Weasley mendapatkan seorang putri yang bernama Victoire Weasley. Kemudian, mereka mendapat 2 anak lagi, Dominique dan Louis. Salah satu anak Harry dan Ginny Weasley Potter (James Sirius) melihat Victoire berciuman dengan Teddy Remus Lupin, anak laki-laki Remus Lupin dan Nymphadora Tonks yang terbunuh dalam pertempuran di Hogwarts.